Saya terlahir sebagai anak sulung dari 10 bersaudara, waktu saya kanak2 dulu sih gak aneh orang banyak anak, tapi zaman sekarang saya termasuk orang yang amat langka, punya 9 adik ...wow banyaknya... tapi itulah yang membuat saya jadi siapa dan jadi apa2 hehehe... ( narsis), kami bersaudara bisa saling mengisi kekurangan dan kelebihan kami masing2, pesan orang tuaku kami harus selalu kompak dalam menghadapi situasi apapun dan bagaimanapun yang tentunya dibawah nakhodaku sebagai anak tertua....
Tanggal 27 Mei 1984 adalah awal baru dari status saya yang lajang menjadi seorang isteri,saya merasa momen dimana saya dipertemukan dengan lelaki yang sekarang menjadi suami dan sejak saat itu saya punya pegangan hidup " He is the only man I ever had in my life and noone can compare and change him forever and ever " itulah janji yang saya terapkan dalam kehidupan saya sampai saat ini
![]() |
| Hendra Rachmat Atmawidjaya & Lella Nurlaela |
17 September 1986 melengkapi kehidupan saya dalam berumah tangga, karena lahirnya puteri pertama kami
Saya tahu seorang ibu harus menerima apapun kondisi anaknya dan tetap bersyukur terhadap anugerah yang diberikan Allah SWT, Dengan sepenuh hati saya mengagumi potret para ibu yang dikaruniai anak2 " istimewa " namun sanggup menerimanya dengan keikhlasan, yang dibuktikan dengan kegigihan membesarkan anak mereka.
Saya kira, dibandingkan dengan para ibu yang saya kagumi itu, keimanan saya mungkin berada jauh dibawah anak tangga yang paling rendah. Buktinya pertanyaan yang pertama muncul dari mulut saya " Apa semuanya
lengkap, Suster? jari-jarinya? Tubuhnya? Alhamdulillah kondisi anak saya baik.
Seorang bayi montok, putih kemerah jambuan , matanya yang terpejam terlihat sipit. bibir mungilnya berbentuk segitiga sempurna . seorang bayi perempuan ! Subhanallah....alangkah cantiknya ...............
Kami beri nama bayi mungilku Annisa Dzawilfitri yang punya arti " wanita yang memiliki kesucian lahir dan bathin " Nama itulah yang dapat kami berikan dengan segala harapan dapat menjadi sebuah nama yang penuh arti untuk diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari yang amat nyata
Hari pertama menjadi ibu.Sulit bagi saya melukiskan perasaan, tapi setiap ibu akan mengerti.
Hari pertama ketika menerima hadiah terbaik yang Allah limpahkan kepada setiap perempuan
![]() |
| Annisa Dzawilfitri |
Tiga tahun kemudian tepatnya tanggal 21 juni 1989 , seorang suster menggendong satu sosok bayi mungil setengah telanjang , hanya dibalut kain bedong seadanya dan menyodorkannya agar saya dapat melihat dengan lebih jelas....Subhanallah ..... bayi laki-laki yang tampan anggota baru dalam kehidupan kami yang menambah kelengkapan dan kebahagiaan kami, dengan lahirnya putera kami yang diberinama Luthfi Ghafari yang punya arti " Laki-laki yang lemah lembut dan bijaksana" . Kami merasa cukup untuk punya dua anak saja,dengan segala harapan mereka menjadi anak yang "Hukma Shabiyya Rabbi Radhiya ( Memiliki hikmah sejak kecil dan di Ridhoi Allah SWT ).
Sungguh Allah telah melimpahkan rahmat dan karuniaNya kepada keluarga kami, yang menjadi sumber kekuatan ketika merasa menjadi begitu lemah dan linglung mencari pegangan. Sumber dari semua keceriaan, di saat hati diam-diam menangis
| Luthfi Ghafari |
Kami berusaha mendidik dan membesarkan anak2 kami sesuai dengan tuntuan yang kami pelajari, dan Alhamdulillah sampai saat ini kedua anak kami telah selesai melanjutkan pendidikannya dari perguruan tinggi, dan sudah mendapat pekerjaan sesuai dengan keinginannya, Semoga Allah SWT Meridhoi langkah-langkah yang telah kami lakukan selama ini
Sungguh amat indah menjadi seorang ibu....Subhanallah ...sungguh saya tidak mengerti bagaimana bisa seorang perempuan menolak kodratnya menjadi seorang ibu, dan menolak anugerah yang diberikan Allah SWT ?
Saya seorang perempuan yang menempuh banyak pengorbanan agar bisa selalu bersama lelaki yang dulu mendatangi saya dengan kalimat-kalimat penuh bunga
Saya seorang perempuan yang menyertai laki-laki di awal perkawinan, ketika pekerjaannya belum lagi mapan
Saya seorang perempuan yang telah melahirkan dan membesarkan anak-anak dengan baik hingga menjadi sosok yang membanggakan
Saya seorang perempuan yang telah menghabiskan kemudaan dan kecantikan dalam bakti, cinta, dan keikhlasan bertahun-tahun hingga suami pada posisi sekarang
Katakan jika saya salah.... Tidakkah setelah yang semua saya lakukan, seharusnya saya dimuliakan?



Tidak ada komentar:
Posting Komentar